Budidaya Ikan Bawal

1. PENDAHULUAN
Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain :
  • Pertumbuhannya cukup cepat
  • Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (OMNIVORA) yang condong lebih banyak makan dedaunan
  • Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik
  • Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami
2. PERSIAPAN KOLAM
Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup.
  1. Mula-mula kolam dikeringkan sehingga tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar antara lain :
    1. Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor (penyaing makanan).
    2. Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.
    3. Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) dipelataran kolam, dalam proses ini gas-gas oksigen (02) mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.
  2. Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.
  3. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
  4. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
  5. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedidit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).
3. PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.
  1. Pemilihan benih.
    1. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik.
    2. Adapun ciri-ciri benih yang baik antara lain Sehat, Anggota tubuh lengkap, Aktif bergerak, Ukuran seragam, tidak cacat, Tidak membawa penyakit, jenis unggul.
  2. Penebaran benih
    Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
4. KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dergan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

5. PEMUNGUTAN HASIL
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.
6. SUMBER
Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang, Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001.
7. KONTAK HUBUNGAN
  1. Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang, Jln. Sendangsono, KM. 0,5 Progowati Mungkid Magelang, 56511; Tel. (0293) 789455; Fax.(0293)
    789455; bipp@magelang.wasantara.net.id
  2. Departemen Pertanian RI, Kantor Pusat Departemen Pertanian - Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan - Pasar Minggu, Jakarta 12550 - Indonesi

    Read More

    Pesta Kebun Untuk Kebersamaan Dan Perbaikan Gizi

    Postingan kali ini hanya merupakan sisi lain dari keuntungan mempunyai kolam ikan ... untuk kebersamaan, perbaikan gizi dan  kami sering menyebutnya pesta kebun, sedikit promosi ikan kolam di klayar mempunyai keunggulan yaitu rasa ikan gurih dan tidak bau lumpur... mau mencoba silahkan datang ke Klayar ...

    Dengan kamera yang masih VGA  dan photo tanpa editan  ini  terekam kegiatan teman2 pokdakan yang malam itu sengaja menguras kolam milik mas Sukamto yang juga anggota POKDAKAN " Nila Alam Tirta" sekaligus ketua POKMASWAS " Mino Alam Lestari " untuk disterilkan sebagai  persiapan penaburan bibit baru ... lumayan masih ada sedikit yang bisa digoreng ...he he yang banyak dipindah kekolam sebelah buat persiapan lebaran ....  makasih ya mas Kamto sering-sering ya!!!!







    Read More

    Pak Saidin Tugur Siswanto ( DKP Gunungkidul )

    Hari Senin Tanggal 30 Mei 2011 Bapak Saidin Tugur Siswanto selaku Kabid Pengawasan DKP Gunungkidul melakukan kunjungan dan temu  langsung dengan anggota Pokmaswas Mino Alam Lestari Klayar yang memang dari tahun 2008 telah dibina oleh Pak Saidin dan Pak Budi, jadi dalam hal ini pak Saidin di Klayar juga di Pokmaswas Mino Alam Lestari bukan orang baru tapi sudah dianggap keluarga sekaligus pembina Pokmaswas dan Pokdakan Nila Alam Tirta Klayar. Dalam kunjungannya menanyakan bagaimana perkembangan pengawasan diperairan umum (kali oyo) dan Kelompok Pembudidaya ikan. 

    Mengeani perkembangan Pokmaswas di Klayar tetap eksis terbukti dengan di patuhinya undang-undang tentang larangan menangkap ikan dengan alat dan bahan yang tidak diperbolehkan. Untuk Kelompok Pembudidaya Pak Saidin juga sempat meninjau persiapan sarana UPR ( Usaha Pembibitan Rakyat ) Di 4 Titik yaitu ditempat Bapak Tarjo, Bapak Dwi, Bapak Giyono dan Bapak Tejo yang rata-rata sudah 85% siap untuk dijadikan sarana UPR. Dalam hal ini Pak Saidin mengarahkan untuk terus berkembang dan menjadikan DKP Gunungkidul sebagai sarana pengaduan, bimbingan dan sponsor dalam pengembangan Pembudidaya Ikan terutama di Perairan Umum. Budidaya ikan kalau bisa diarahkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja / usaha tambahan/pokok dikalangan masyarakat Padukuhan Klayar yang memang dekat dengan sumber air. 

    Dalam diskusi dengan Pokdakan Nila Alam Tirta, Kelompok ikan juga menyampaikan dan meminta untuk membantu dalam pengadaan alat yaitu ( pompa hidram atau  Disel ) yang mana ini sangat mendukung dalam kelancaran suplay air untuk kolam-kolam yang berada diatas sumber air. Dalam hal ini Pak Saidin menyarankan untuk berkonsultasi dengan Bu Yuni, Pak Topan dan Pak Budi selaku petugas yang berkompeten  dan berwenang di wilayah DKP kabupaten Gunungkidul. 


    Read More

    SARAN DAN KELUHAN PETANI IKAN

    Belajar dari pengalaman dan sekedar ingin berbagi .... dari kita untuk kita dan mari kita renungkan

    Saran:
    Kepada para petani ikan dimanapun berada, bukan dalam arti kami merasa bisa dan lebih tapi ini hanya merupakan suatu wawasan dan kenyataan yang ada di lapangan. Karena menurut kami kendala dan masalah bagi kita sama hanya saja volume yang membedakan. 
    Untuk itu saran kami :
    1.       Jangan mudah menyerah
    2.       Giat belajar
    3.       Titen
    4.       Jangan terlalu ambisi
    5.       Jaringan pasar


    Keluhan :
    Dari apa yang ada diatas muncul suatu permasalahan yang kadang membuat kita putus asa
    1.       JANGAN MUDAH MENYERAH
    Dari sini ada suatu masalah yang untuk pemula seperti kami sangat berat, karena biasanya  kita dalam mempersiapkan segala  keperluan ada yang bersifat swadaya dan stimulan. Kenapa ini perlu jadi ulasan karena ini merupakan akar dari munculnya suatu permasalahan. Karena kusus untuk petani ikan diperlukan unsur senang dalam niat untuk melangkah. Banyak kegagalan dalam dunia budidaya perikanan karena hanya suatu pemaksaan ( trend,bantuan,politik,dll).Maka dari itu mari petani ikan kita berangkat dengan tujuan senang dan ekonomi.

    2.       GIAT BELAJAR
    Awal kita memulai jangan lah kita terlalu bangga dgn apa yang kita, kita harus banyak belajar cara budidaya entah ke instansi maupun kedaerah yang sudah terkenal petani ikannya, ( jombor,wonogiri,boyolali,purwokerto dll) dari sini kita akan banyak tahu tentang budidaya yang bukan hanya dari teori  tapi langsung dari sumber karena suatu kebiasaan kita malas akan suatu yang berhubungan dengan catat dan baca.

    3.       TITEN
    Ini yang kadang kita lupakan , dalam praktik apapun ini adalah kunci sukses . Kenapa  kita harus titen , karena ikan juga memerlukan perhatian yang sangat khusus dan rutin ( pertumbuhan, pola makan, kesehatan, air, temperatur, pakan dan kesenangan si ikan)

    4.       JANGAN TERLALU AMBISI
    Banyak yang tidak ada unsur di atas dan tanpa didukung oleh sdm yang bis menangani nya lang inves secara besar-besarn dan apa yang terjadi , banyak yang hanya bertahan satu kali musim panen, Ironis kejadian ini jadi bagi para pemula seperti kami jangan terlalu ambisi dalam mengejar target produksi.

    5.       JARINGAN PASAR.
    Ini kunci dari semua usaha kita. Kenapa banyak kejadian yang diuntungkan para tengkulak bukan petaninya, kenapa ada juga ynag mau menjual rugi? Disinilah sistem pasar yang tidak pernah tersentuh secara serius dan memang tidak kita ciptakan. Contoh dalam suatu kelompok hanya tahu dan di bina tentang budidaya. Setelah panen apa yang terjadi, mereka akan kesulitan menjual. Datanglah tengkulak yang memanfaatkan situasi. Ada juga yang menjual rugi karena ini bantuan yang mereka mersa tdk mengeluarkan modal. Dan lucu lagi kenapa mereka tdk pernah mengajak orang untuk senang dan mau konsumsi ikan. Jadi mari suatu kelompok kita mandiri dalam arti siapkan bibit, siapkan pembesaran, siapkan pemasaran, ini mungkin arah suatu kelompok yang seharusny kit tuju.

    Wasalam. Dengan hormat kami terus minta dukungan dan apapun itu yang sifatnya membangun.... Mas Dukuh.(Tejo)

    Read More

    Maz Dukuh Panen Gurame


     Merdeka.....
    Salam hormat untuk rekan pembudidaya ikan. Hari ini panen  perdana  gurami. Dari hasil ini bisa di jadikan tolok ukur untuk pembelajaran tentang budidaya gurami. Yang mana di lingkup Padukuhan klayar ini merupakan hal atau jenis yang baru, karena dalam perjalanan belum ada yang pernah membudidayakan.
    Dengan adanya study ini maka jangka panjang  dan program kelompok akan terus meningkatkan budidaya gurami. Apalagi untuk pakan tambahan yang sangat melimpah ditiap lingkup anggota.
    IKAN SEPAT  IKAN GURAMI (kawulo lepat mugi dawah sami-sami) ok... ini parikane komandan Pokmaswas prop. Ngapunten pak.
    Suka dan suka:
    1.       Muesake yg tuku iwak pak lucu karena gak punya tabung oxigen dadi di gelarke kloso he.he
    2.       Disel ya nyewa wong blm tuku.
    3.       Timbangan nyilih la gek piye jan kakean kotoran
    4.       Nek blower gak jadi soal soale udan.
    5.       Bisa bagi-bagi ilmu dan iwak karo tonggo (ning sik ngewangi)
    6.       Mas dukuh nganti di loke koyo Jepang.

    Harapan :
    Ya Allah mudah-mudahan Engkau kabulkan permohonan dalam suka dan suka saya tentunya  lewat DKP.... Ngapunten lo ndan
     Pesan dan Kesan :
    Jangan pernah menyerah dan nek ngingu iwak ojo sithik Bro... ok. Itu kuncine.
    Tanks berat tuk DKP Gunung Kidul yang terus kasih suport dan lain-laiiiin, soale meh wae kendho tapi skrg jan koyo Monas He..He
    Ngetung bathi :
    1.       Bibit 400        @Rp 1000              =     400.000
    2.       Pakan  4krg     @Rp 180.000     =     720.000
    3.       Sewa disel                                           100.000
    4.       Lainya                                              =     Sambatan bayare matur nuwun he.he

    La payune 140 Kg dipingke 25.000 opo ra ayem nek di kalkulasi , tanpo ndangir dan kenek wereng . Mari kita renungkan.
    Penutup : Ngapunten fotone elek soale lali gak nyisir .
    Read More

    STRUKTUR POKDAKAN NILA ALAM TIRTA KLAYAR


    Dalam pengelolaan kelompok budidaya ikan di wilayah padukuhan klayar maka juga dibentuk pengurus kelompok yang bertugas baik pengurus harian maupun administratifnya, ini bermaksud supaya pokdakan bisa eksis dan bisa terkoordinir dengan baik



    STRUKTUR ORGANISASI 
    POKDAKAN NILA ALAM TIRTA 

                    

    1.       KETUA                                         :  TEJO SUPRAPTO
    2.       SEKRETARIS                              :  DIDIK PURNOMO
    3.       BENDAHARA                            :  ASLAM MAULANA
    4.       SEKSI-SEKSI
    A.      SIE BUDIDAYA                  :  1.  SUWARNO
                                2.  EKO
    B.      SIE PEMASARAN             :  1. WASIKAN
               2. TARMEDI
    C.      DOKUMENTASI               :  1. DWI WAHONO
               2. TUGIRAN
    D.      HUMAS                              :  1. SUKAMTO
               2. KARTONO
    5.       PEMBINA                                   :  1. MUGIHARTO
                2. SUMADIYONO
    6.       ANGGOTA

    1.       AGUS D. W
    2.       JAKIYO
    3.       HERI
    4.       RAGIL
    5.       PAINO
    6.       SUYANTO
    7.       PURYONO
    8.       SUTIMAN
    9.       TUGIYAT
    10.   HARTO S.
    11.   WADINO
    12.   SARINO
    13.   YANI
    14.   ADI HASYIM
    15.   SUPRIHATIN
    16.   PARMOREJO
    17.   SUGIYANTO
    18.   GIMIN
    19.   SUTIMAN
    20.   BASUKI
    21.   HERI L
    22.   SUYANTO
    23.   GIYONO
    24.   RUBIYO
    25.   SULIYO
    26.   JAIMAN
    27.   MARTO S.
    28.   BASIYO
    29.   SUJARWO
    30.   MARTO U.
    31.   SUTARJO
    32.   WIJARTO
    33.   BITO
    34.   SISWANTO
    35.   HERU S.
    36.   KHOIRUN J.
    37.   TARMEDI
    38.   RIKI
    39.   PAGIYO
    40.   SUNARNO

    uPR RINTISAN
    1.       EKA MINA  ( LELE )
    2.       SIDODADI  ( NILA & GURAMI )
    3.       LITA MINA  ( HIAS )

    Read More

    Pak Rubiyo Panen Lele

    Pak Rubiyo merupakan salah satu anggota Pokdakan " Nila Alam Tirta " Klayar, menurut pak Rubiyo panen kali ini kurang maksimal karena banyak hal diantaranya karena bibit lele yang di budidayakan  menurut pak Rubiyo kualitasnya kurang baik  serta faktor cuaca ekstreem yang curah hujannya sangat tinggi sehingga berpengaruh pada kualitas air kolam.




    Pelajaran berharga dari pak Rubiyo

    Analisa :
    1. Kualitas lele yang kurang baik menjadi faktor utama kurang maksimalnya hasil terbukti dari hasil yang dipanen besar kecilnya lele tidak sama bahkan ada yang terlampau besar
    2. Cuaca yang ekstreem belum tahu cara menanggulanginya
    Solusi :
    1. Harus bisa memilih bibit lele yang benar-benar kualitas bagus  ( UPR harus jujur dalam pemisahan kelas bibit yang mereka jual) dan ini perlu pengawasan dari pihak-pihak yang berwenang
    2. Perlu adanya penyuluhan cara budidaya ikan dari pihak-pihak yang terkait mengingat di klayar sudah ada kelompok pembudidaya ikan yaitu : Nila Alam Tirta terutama pengetahuan dalam mengatasi berbagai kendala baik cuaca atau penyakit pada ikan.


    Read More

    Budidaya Ikan Nila


    Ikan nila berasal dari afrika. Ikan nila dapat hidup di air hangat. Ikan nila dapat dipelihara di danau, kolam, dan sungai yang airnya bersih. Jenis ikan nila yang pertama masuk ke indonesia adalah jenis Mujair ( Mozambigue ).
    Usaha budidaya ikan nila tergolong tidak sulit sebab ikan nila kemampuan reproduksinya cukup tinggi.  Ikan nila jika sudah berumur 2 sampai 3 bulan sudah mampu menghasilkan telur setiap bulan satu kali.  Sifat ikan nila yang cepat sekali berkembang biak menyebabkan pertumbuhan ikan nila tidak bisa rata. Bisa di lihat ketika panen. Bentuk ikan nila ada yang besar ada yang kecil dan ada yang sedang.
    Ikan nila jantan bentuknya lebih besar daripada ikan nila betina. Perbedaan pertumbuhan ikan nila jantan dan ikan nila betina selisih 40%. Ikan nila betina petumbuhannya lebih lambat sebab sifat alaminya yang sering menghasilkan anakan ikan.
    Sebab pada saat ikan nila betina bertelur, ikan nila betina tidak makan kira-kira selama kurang dari sepuluh hari. Ikan nila betina setelah bertelur tugasnya adalah menjaga larwa dalam mulutnya sampai ukuran yang cukup kemudian di biarkan keluar dari mulutnya.
    Pada saat reproduksi, ikan nila memerlukan kolam air tanah atau kolam semen yang airnya tenang. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mempercepat ukuran besarnya nila jantan :
    Pertama, memisahkan anak nila jantan untuk dipersiapkan dalam pembesaran. Hal ini tidak mudah karena tidak efesien dalam jumlah yang banyak dan umumnya pembudidaya ikan kurang mengenal mana jenis betina dan jantan.
    Kedua, melakukan kawin silang untuk mendapatkan jenis induk yang bisa menghasilkan anak ikan jantan. Tehnik ini dilakukan dengan penelitian yang seksama dan ujicoba yang tidak mudah. Memerlukan peralatan yang canggih, melalui test laboratorium untuk mempelajari hormon XX yaitu betina dan XY jantan.
    Ketiga, cara yang paling mudah dan sedikit mahal yaitu dengan metode mengubah jenis betina menjadi jantan dengan mengunakan hormone sex reversal pada larva ikan nila. Cara ini banyak digunakan dalam budidaya monoculture karena dapat praktekkan oleh siapa saja.
    Bagaimanakah proses jantanisasi?
    Proses mengubah nila menjadi jantan dapat dilakukan dengan cara pemberian pakan mengandung hormone synthetic atau dikenal dengan METHYLTESTOSTERONE. Hormone ini akan mengubah fisik larva ikan betina menjadi jantan. Tehnik ini pertama dikembangkan di Jepang pada tahun 1950 an oleh Oryzias Medakh. Penemuan ini pertama di ujicoba pada ikan mas (Cyprinus Carpio) dan kemudian hormon pengubah sex menjadi jantan banyak digunakan pada ikan nila.
    Pada tahun 1970-an pengunaan hormon ini meluas keseluruh dunia, dan hanya sedikit di Indonesia yang mengunakan hormon ini karena harga hormon sex reversal ini cukup mahal dan harus didatangkan dari luar negeri. Namun sedikit demi sedikit penguna hormon ini terus meningkat karena dapat memicu pertumbuhan ikan.
    Bagaimana cara mengunakan hormon pembuat jantan?
    Tiga langkah menyiapkan proses monokultur ikan nila:
    1.    Siapkan induk nila jantan dan betina. 1:3 berat induk antara 150-250 gram perekor. Pembibitan ikan nila ini dapat dilakukan pada kolam semen atau kolam tanah dan lebih baik jika dilakukan pada aquarium. Ketika telur ikan nila menetas, induk betina akan menyimpan larva dalam mulutnya dan akan membiarkan anak-anaknya setelah berumur kira-kira 7 hari. Anak-anak ikan akan bergerombol dan sering naik ke permukaan air, dan saat inilah penangkapan dimulai dan memindahkan ke kolam khusus untuk persiapan pemberian pakan berhormon. Perlu di-ingat bahwa anak-anak ikan yang akan diberi pakan berhormon tidak lebih dari 11 hari agar hormone dapat bekerja dengan efektive.
    2.    pemberian pakan berhormon pada anak ikan nila hanya selama 21 hari berturut-turut. Dapat mengunakan kolam tanah atau kolam semen. Kolam pendederan ini tidak perlu besar, 1x1x0.5 meter agar mudah untuk pemantauan, pemindahan, pemeliharaan.
    3.    pakan berhormon pengubah sex dapat disiapkan terlebih dahulu
    Minggu pertama pemberian pakan berhormon untuk 1000 ekor larva sebanyak 30% dari berat biomassa. 1000 ekor anak ikan Rata-rata berat 0.01 gram. Jadi pemberian pakan kira-kira 3 gram perhari, 4x pemberian pada jam 8-10 pagi dan sore jam 2-4  selama 7 hari.
    Minggu kedua anak-anak ikan sudah mencapai panjang 18-22 mm. kurangi kepadatan anak ikan dalam kolam menjadi 500 ekor permeter persegi. 1000 ekor anak-anak ikan pada minggu kedua sudah mencapai rata-rata berat 0.05 gram. Pemberian pakan 25% persen dari berat biomassa, kira-kira 12.5 gram pakan. 4x sehari selama 7 hari.
    Minggu ketiga anak ikan sudah mencapati 25-30 mm. kurangi lagi kepadatan ikan dalam kolam menjadi 250 ekor permeter persegi. Pada minggu ketiga 1000 ekor anak ikan sudah mencapai rata-rata 0.1 gram perekor. Pemberian pakan sebanyak 20% dari total biomassa. Kira-kira 20 gram perhari selama 7 hari.
    Setelah 21 hari, pemberian pakan berhormon dihentikan. Pemberian pakan berhormon ini akan menghasilkan 97-100% anak nila jantan. Tingkat hidup anak ikan nila mencapai 70-80 persen jika kualitas air baik dan tempat pemeliharan baik.
    Perlu diketahui, selama 21 hari anak ikan tidak boleh diberi pakan selain pakan berhormon! Setelah 21 hari Mulailah memberi pakan yang tidak mengandung hormone.
    Persiapan anak ikan dibesarkan pada kolam pembesaran
    Bibit ikan nila yang telah diberi hormon jika sudah mencapai panjang 3.5-5 cm atau berat rata-rata 0.5 gram sudah boleh ditebar pada kolam pembesaran. Sebaiknya pada pembesaran jangan ada ikan jenis lain seperti lele, gabus atau ikan lainnya dalam satu kolam.
    Anak ikan yang diberi pakan berhormon akan bertumbuh lebih cepat dari anak-anak ikan yang tercampur jenis kelaminnya atau yang tidak diberi hormon.
    Bagaimana Hormon Sex Reversal Bekerja?
    Hormon kelamin pada wanita dikenal dengan kromoson XX dan jantan XY. Hormone kelamin pada manusia terdapat juga pada species binatang. Dengan mengunakan hormone buatan anak ikan betina pada umur tertentu dapat diubah menjadi jantan. Hal ini hanya dapat dilakukan pada anak ikan di bawah 10 hari. Ikan yang memakan pakan yang dicampur dengan hormone 17 alpha methyltestosterone dapat mengubah dari XX menjadi XY. Sedangkan ikan XY atau jantan akan tetap jantan dan tidak dapat diubah lagi.
    Pengubahan sex jantan pada ikan bertujuan untuk mengendalikan populasi perkembangbiakan ikan dalam satu kolam. Reproduksi anak-anak ikan yang tidak teratur akan berdampak pada menurunnya  pertumbuhan ikan. Dengan mengunakan hormon pengubah sex menjadi jantan pertumbuhan ikan akan lebih cepat karena jantan lebih unggul dari betina.
    Bagaimana membuat pakan berhormon sex buatan?
    Pakan ikan pengubah sex buatan atau sex reversal dapat dibuat dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
    1.   Larutkan 3 gram 17 alpha methyltestosterone dengan mengunakan alcohol etil 95% sebanyak 200 cc untuk mencairkan butiran hormone.
    2.  Siapkan 1 kg pakan anak ikan yang halus sperti tepung. Campurkan pakan pada larutan hormone secara merata.
    3. Keringkan pakan yang sudah dicampur dengan hormone agar alkoholnya menguap. Jangan mengunakan cahaya matahari. Keringkan selama semalam dalam ruangan.
    4.   Jika pakan sudah kering, masukkan kedalam wadah yang tertutup rapat.
    5.   Pakan berhormon ini sudah dapat digunakan dalam 30 hari mendatang.
    Apakah mengunakan pakan berhormon bernilai ekonomis?
    Kurang dari 8 Rupian untuk setiap ekor ikan mengunakan hormon. Bibit ikan nila ukuran 0.5 gram atau panjang 35-5 cm di pasarkan dengan harga Rp. 200-300 perekor. Sedangkan bibit ikan yang diberi hormone dijual dengan harta yang lebih tinggi dihargai 350-500 perekor.
    Apakah ikan yang mengunakan hormone aman?
    Studi menunjukkan setelah 5 hari berhenti dari pemberian pakan berhormon ikan nila jantan tidak mengandung kimiawi yang membahayakan manusia. Dan setelah beberapa bulan sampai ikan dapat dikonsumsi, konsumen dijamin betul-betul aman untuk memakan ikan nila hasil jantanisasi.
    Ikan nila  kebanyakan hanya bisa hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Akan tetapi di Negara empat musim juga membudidaya ikan nila dengan cara moderen. System pengairan mengunakan heater pada musim dingin.
    Mengenal dan mengetahui pengetahuan dasar budidaya ikan nila;
    ·    ikan nila betina bertelur antara 2000-2500 ekor tergantung besar kecil induk. Tingkat hidup bergantung pada kualitas air dan pakan yang diberikan.
    ·     Ikan nila bertelur pada kisaran empat sampai enam (4-6) minggu atau bisa lebih cepat jika benih ikan sudah dilepas oleh induknya.
    ·     Telur ikan nila yang akan menjadi larva disimpan dalam mulut induk nila. Telur ikan nila akan menetas antara lima sampai tujuh (5-7) hari. Setelah menetas atau menjadi larva induk nila akan mengawasi anak ikan dengan mulutnya.
    ·    Perbandingan perkawinan nila jantan dan bertina; 1:3 dalam setiap meter persegi masukan empat sampai lima pasang pasang induk nila, (5 jantan dan 20 nila betina) permeter persegi.
    ·     Temperature budidaya ikan nila sebaiknya 25°C-31°C untuk pemijahan.
    ·     Temperature dibawah 13°C ikan nila akan mati.
    ·    Temperature antara 15°C-20°C ikan nila lambat membesar. 22°C-31°C ikan nila akan bertumbuh dengan cepat karena suhu seperti itu akan membuat ikan nila suka makan.
    ·     Produksi ikan nila persetengah hektar berkisar 2-3 ton.
    ·     Pakan nila berupa pellet tengelam dan pellet apung sebanyak 3.5 ton
    ·     Nila konsumsi berat antara 200 gr. Sampai 800 gr. Perekor tergantung permintaan konsumen dan pasar.
    ·    Makanan ikan nila mengandung protein 25-30 persen dan lemak 6-8 persen.
    Sekedar hobby, atau untuk makan, atau untuk menjadikan sumber penghasilan tambahan. ikan nila merupakan potensial yang dapat dilirik oleh siapa saja yang ingin mengelutinya, Pendapatan  yang lumayan jika dikelolah dengan baik. Selain daerah yang mendukung seperti air, ketersedian pakan juga sangat memungkinkan disetiap wilayah Indonesia yang kaya ini. Jadi, andapun pasti bisa membudidaya ikan nila dengan sedikit mengenal cara membesarkan ikan nila. 

    Sumber : Ikannila.com


    Read More

    Di Bawah Artikel Terkait Yang Sering Di Baca


    visitors globe